Deskripsi
Buku ini menceritakan tentang perjalanan manusia yang belum utuh. Manusia utuh bukanlah sempurna secara fisik, tetapi batin, mental, spiritual, dan pikiran. Di dalam buku ini menceritakan perjalanan batin seseorang yang meragukan eksistensi dan tujuannya dalam kehidupan. Manusia sering kali terjebak dalam pergulatan antara idealisme dan realitas hidup, sering berkomunikasi dengan Tuhan dalam benaknya, mempertanyakan berbagai hal terkait keadilan, penderitaan, cinta, dan makna hidup.
Manusia sering kali digambarkan sebagai makhluk yang belum selesai, atau bahkan tidak pernah selesai dengan urusan duniawi. Manusia pastinya selama hidup masih akan terus dalam proses perkembangan dan pencarian jati diri. Hal ini terlihat dari berbagai aspek kehidupan manusia yang penuh ketidakpastian, pencarian makna, dan kesalahan. Manusia yang digambarkan “Manusia Setengah Jadi” berarti manusia yang belum mencapai
kesempurnaan, baik secara fisik, mental, pengetahuan, pemahaman, maupun kebajikan. Manusia dalam segala usaha dan tindakanna, sering kali menemui kegagalan atau keterbatasan. Hal ini mencerminkan kondisi manusia yang belum sampai pada puncak kesempurnaan. Kegagalan dalam memahami dunia dan dirinya menjadi sumber utama dari kegelisahan.
Melalui percakapan yang dilakukan seseorang dengan Tuhan, mulai terciptanya pencarian jati diri secara lebih mendalam dengan mendekatkan diri kepada Allah SWT. Seseorang yang senantiasa meyakini bahwa Allah SWT selalu ada dihati kita, Ia akan merasakan kesejukan batin. Sehingga pertanyaan tentang eksistensi Tuhan tidak lagi diragukan dalam diri seseorang. Buku ini sekilas memuat sisi filosofis dan spiritual manusia yang ingin mencari jati diri sejati di tengah berbagai perasaan keterasingan dan keraguan. Dengan gaya bahasa yang reflektif dan dialog batin yang mendalam, buku ini menawarkan ruang bagi pembaca untuk merenungkan pertanyaan-pertanyaan besar kehidupan yang seringkali tidak memiliki jawaban sederhana.






Ulasan
Belum ada ulasan.